Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

Featured Posts

  • Produk Baru

    Claszeto Chocolate Dodol

  • Produk Baru

    Claszeto Chocolate Dodol

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Sed dignissim mauris nec velit ultrices id euismod orci iaculis. Aliquam ut justo id massa consectetur pellentesque pharetra ullamcorper nisl...

Senin, 02 Mei 2011

Menakertrans Bangga Dengan Jenang Mubarok

Di penghujung bulan April 2011 Mubarokfood kedatangan tamu istimewa. Jum,at, 29 April 2011 yang lalu Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Bapak Drs. H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si berkunjung di Mubarokfood Cipta Delicia atau lebih dikenal dengan Jenang Mubarok. Mubarok merupakan produsen jenang dan dodol terkemuka di kota Kudus, Jawa Tengah. Dalam kunjungannya tersebut Menakertrans RI menyatakan bangga dan kagum atas eksistensi dan pencapaian prestasi Mubarok sampai dengan Generasi Ketiga saat ini.

Kunjungan silaturrahim yang berlangsung mulai pukul 11.00 – 13.30 WIB ini selain dihadiri oleh Menakertrans RI beserta rombongan dari DPR RI, DPRD I Jateng serta pejabat pendamping menteri lainnya, juga dihadiri pula oleh Muspida Kabupaten Kudus, Kepala Dinas Kudus yang terkait, organisasi bisnis, sosial keagamaan dan organisasi masyarakat, serta undangan penting lainnya.

Dalam kunjungannya, Muhaimin menyampaikan bahwa telah lama mengenal jenang Mubarok, mulai dari kemasan klasik 250 g sampai dengan yang irisan kecil – kecil. Namun, dalam kunjungan kemarin Muhaimin merasa kagum karena ternyata produk jenang tersebut telah berkembang dan berinovasi sedemikian pesatnya, dengan munculnya produk – produk baru antara lain aneka varian dodol dengan merk Citra Persada dan Asia Pacific, produk coklat dengan merk Claszeto dan produk jenang yang dikemas dengan kemasan unik dan klasik dengan merk Classico, yang telah dilaunching di 15 kota besar Indonesia. Muhaimin juga menyatakan bangga dengan Direktur Utama Mubarok, H. Muhammad Hilmy, SE. “Mas Hilmy merupakan pengusaha yang harus dicontoh oleh para pengusaha lain di Indonesia. Beliau memiliki rasa seni, inovasi dan kreatifitas yang luar biasa, yang merupakan amunisi tersendiri untuk pengembangan perusahaan, karena inovasi dan kreatifitas merupakan modal utama dan motivasi perusahaan untuk menjadi lebih maju” tuturnya. Bahkan Muhaimin juga menyampaikan bahwa Mubarok memiliki 3 kelebihan yaitu merupakan home industri yang mampu menjadi besar dan mengglobal, perusahaan yang asli pribumi dan perusahaan yang sangat santri. “Karena biasanya usaha yang dirintis pribumi jarang melejit, tapi ditangan Mas Hilmy, perusahaan ini dapat menjadi kebanggaan kota Kudus bahkan Jawa Tengah, apalagi saat ini sudah mencapai Generasi Ketiga, in merupakan hal yang luar biasa” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Mubarok, Muhammad Hilmy menyampaikan bahwa para pekerja adalah aset penting bagi pengembangan perusahaan. “Hubungan industrial yang baik telah diterapkan di Mubarok. Kualitas SDM senantiasa kami tingkatkan untuk kemajuan kami. Selain itu Mubarok dapat bertahan hingga generasi ketiga salah satunya karena jalinan hubungan yang selalu kami bina dengan seluruh stakeholder yang terkait, mulai dari pemerintah, ormas, karyawan dan warga sekitar perusahaan” imbuhnya.

Dalam penghujung kunjungannya, Menakertrans RI berpesan agar setiap perusahaan dapat meningkatkan jumlah karyawan dan mengembangkan hubungan industrial untuk menjadi lebih maju. Perkembangan Mubarok akan senantiasa kami amati perkembangannya, segala potensi dan kelebihan yang ada akan kami dorong untuk dapat berkompetisi dengan yang lain. Muhaimin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan pemerintah daerah di Kabupaten Kudus atas dorongan dan iklim industri yang baik sehingga kegiatan usaha menjadi lebih baik untuk peningkatan kesejahteraan.
Read More..

Rabu, 08 Desember 2010

Tradisi Tebokan dan Asal Usul Jenang Kudus

Dari Kejahuan tampak Mbah Dempok Soponyono memimpin rombongan para pengirab jenang dengan berkuda. Cucu Mbah Dempok dan dua tokoh Kudus, Sunan Kudus dan Syekh Jangkung (Saridin), menyertainya sembari bercakap-cakap dan menyapa warga. Di belakangnya, rombongan para pembawa jenang yang dibentuk menjadi gunungan, miniatur Menara Kudus, dan masjid. Sebagian lagi membawa jenang-jenang yang ditaruh dalam tebok atau tampah.

Kemudian menyusul visualisasi proses pembuatan jenang, ada yang membawa linggis (entong panjang seperti dayung sampan), kawah (wajan besar), kalo (sejenis tampah dari niru), ember, dan parutan.. Pada zaman Mbah Dempok, jenang yang diproduksi itu dikenal sebagai jenang bubur gamping karena terbuat dari tepung beras, garam, dan santan kelapa.

Begitulah sekilas prosesi Bancakan (selamatan/kenduri) Jenang atau Kirab Tebokan di Desa Kaliputu, Kudus, yang dilaksanakan pada hari Selasa 7 Desember 2010. Kirab itu merupakan salah satu wujud syukur atas berkah yang diterima warga Desa Kaliputu dari hasil memproduksi jenang.

Kirab Tebokan merupakan salah satu bentuk pelestarian tradisi dan sejarah pembuatan jenang. Hal itu tidak terlepas dari kisah Mbah Dempok dan cucunya. Konon, ketika Mbah Dempok Soponyono sedang bermain burung dara di tepi Sungai Kaliputu, cucunya tercebur dan hanyut. Meski tertolong, cucu Mbah Dempok diganggu Banaspati, makhluk halus berambut api.

Sunan Kudus menyimpulkan cucu Mbah Dempok telah tiada, tetapi Syekh Jangkung menyatakan cucu Mbah Dempok mati suri. Untuk membangunkannya, Syekh Jangkung meminta ibu-ibu membuat jenang bubur gamping. Mitos itulah yang melatarbelakangi berkembangnya industri jenang Kudus. Mitos itu pulalah yang menginspirasi ibu-ibu Desa Kaliputu bekerja di industri jenang kudus.
 
Di Desa Kaliputu terdapat 48 industri jenang skala besar maupun kecil. Jenang Kudus Mubarok yang berada di lain desa pun cikal bakal industrinya berangkat dari Desa Kaliputu dan berkembang menjadi yang produsen jenang kudus yang terbesar di kabupaten kudus. Setiap industri jenang di desa tersebut menyerap 15-50 tenaga kerja. Setidaknya ada sekitar 960 warga yang bekerja di sektor industri jenang dari total jumlah penduduk di Desa Kaliputu 2.094 orang.

Jenang merupakan ekonomi unggulan Desa Kaliputu sekaligus Kudus. Melalui industri jenang inilah setiap hari asap dapur warga selalu mengepul.Oleh karena itu, supaya kisah jenang diketahui lintas generasi di Kudus, Suyadi menambahkan, Kirab Tebokan akan dilakukan terus setiap tahun dengan harapan  generasi berikutnya tidak akan malu bekerja sebagai pembuat jenang serta mau melestarikan makanan khas Kudus itu.
Read More..

Jumat, 06 Agustus 2010

Jenang Kudus Mubarok Deluxe Besar

Selain Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga Rasa Pandan, Jenang Kudus Mubarok Deluxe Besar juga merupakan salah satu produk dari perusahaan Jenang terbesar yaitu Mubarokfood Cipta Delicia yang paling banyak diminati oleh konsumen.

Tidak sulit untuk mendapatkan produk Jenang Kudus Mubarok Deluxe Besar, Anda bisa mendapatkannya di Toko Mubarokfood Cipta Delicia yang terletak di Jl. Sunan Muria No. 33 Kudus 59313 Jawa Tengah - Indonesia, Anda juga bisa mendapatkan di agen dan distributor Jenang Kudus yang tersebar di hampir semua pulau di Indonesia. Spesifikasi produk Jenang Kudus Mubarok Deluxe Besar :


Rasa : Mocca
Isi : 40 pcs
Expired : 6 bulan
Sertifikat ISO : 9001 : 2000
Sertifikat Halal : MUI
Sertifikat Kesehatan : BP POM RI
Read More..

Senin, 02 Agustus 2010

Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga Rasa Pandan

Jika anda bertanya kepada masyarakat Kabupaten Kudus, Produk Jenang apa yang paling populer di Kudus, maka jawabanya adalah Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga Rasa Pandan. Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga Rasa Pandan merupakan salah satu produk dari Mubarokfood Cipta Delicia yang melegenda dan telah puluhan tahun menjadi salah satu icon Kota Kudus.

Mubarokfood yang pada tahun 2010 ini genap berusia 100 tahun tetap mampu mempertahankan cita rasa Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga Rasa Pandan yang memang menjadi salah satu brand dari Mubarokfood. Berikut adalah spesifikasi produk Jenang Kudus Sinar Tiga Tiga Rasa Pandan :


Rasa : Pandan
Isi : 250 gr
Expired : 6 bulan
Sertifikat ISO : 9001 : 2000
Sertifikat Halal : MUI
Sertifikat Kesehatan : BP POM RI
Read More..

Kamis, 29 Juli 2010

Sejarah Kabupaten Kudus

Sejarah Kabupaten Kudus tidak terlepas dari Sunan Kudus. Karena keahlian dan ilmunya, maka Sunan Kudus diberi tugas memimpin para Jamaah Haji, sehingga beliau mendapat gelar “Amir Haji” yang artinya orang yang menguasai urusan para Jama’ah Haji. Beliau pernah menetap di Baitul Maqdis untuk belajar agama Islam.

Ketika itu disana sedang berjangkit wabah penyakit, sehingga banyak orang yang mati. Berkat usaha Ja’far Shoddiq, wabah tersebut dapat diberantas. Atas jasa-jasanya, maka Amir di Palestina memberikan hadiah berupa Ijazah Wilayah, yaitu pemberian wewenang menguasai suatu daerah di Palestina. Pemberian wewenang tersebut tertulis pada batu yang ditulis dengan huruf arab kuno, dan sekarang masih utuh terdapat di atas Mihrab Masjid Menara Kudus.

Sunan Kudus memohon kepada Amir Palestina yang sekaligus sebagai gurunya untuk memindahkan wewenang wilayah tersebut ke pulau Jawa. Permohonan tersebut dapat disetujui dan Ja’far Shoddiq pulang ke Jawa. Setelah pulang, Ja’far Shoddiq mendirikan Masjid di daerah Kudus pada tahun 1956 H atau 1548 M. Semula diberi nama Al Manar atau Masjid Al Aqsho, meniru nama Masjid di Yerussalem yang bernama Masjidil Aqsho. Kota Yerussalem juga disebut Baitul Maqdis atau Al-Quds. Dari kata Al-Quds tersebut kemudian lahir kata Kudus, yang kemudian digunakan untuk nama kota Kudus sekarang. Sebelumnya mungkin bernama Loaram, dan nama ini masih dipakai sebagai nama Desa Loram sampai sekarang. Masjid buatan Sunan Kudus tersebut dikenal dengan nama masjid Menara di Kauman Kulon. Sejak Sunan Kudus bertempat tinggal di daerah itu, jumlah kaum muslimin makin bertambah sehingga daerah disekitar Masjid diberi nama Kauman, yang berarti tempat tinggal kaum muslimin.

Hari Jadi Kota Kudus di tetapkan pada tanggal 23 September 1549 M dan diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) No. 11 tahun 1990 tentang Hari Jadi Kudus yang di terbitkan tanggal 6 Juli 1990 yaitu pada era Bupati Kolonel Soedarsono. Hari jadi Kota Kudus dirayakan dengan parade, upacara, tasyakuran dan beberapa kegiatan di Al Aqsa / Masjid Menara yang dilanjutkan dengan ritual keagamaan seperti doa bersama dan tahlil.
Read More..

Minggu, 25 Juli 2010

Sekilas Tentang Kabupaten Kudus

Kabupaten Kudus merupakan kabupaten terkecil di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah mencapai 42.516 Ha yang terbagi dalam 9 kecamatan. Kabupaten Kudus merupakan daerah industri dan perdagangan, dimana sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan memberikan kontribusi yang besar terhadap PDRB, terutama industri rokok, Jenang, dan Kertas.

Jiwa dan semangat wirausaha masyarakat Kabupaten Kudus diakui ulet, semboyan jigang (ngaji dagang) yang dimiliki masyarakat Kudus mengungkapkan karakter dimana disamping menjalankan usaha ekonomi juga mengutamakan mencari ilmu. Dilihat dari peluang investasi bidang pariwisata, di Kabupaten Kudus terdapat beberapa potensi yang bisa dikembangkan baik itu wisata alam, wisata budaya maupun wisata religi. Beberapa tempat wisata religi yang paling populer adalah Makam Sunan Kudus yang berada di Masjid Menara Kudus dan Makam Sunan Muria di Gunung Muria.

Bidang agrobisnis juga ikut memberikan citra pertanian Kudus. Jeruk Pamelo dan Duku Sumber merupakan buah lokal yang tidak mau kalah bersaing dengan daerah lain. Dalam hal seni dan budaya, Kudus mempunyai ciri khas yang membedakan Kudus dengan daerah lain. Diantaranya adalah seni arsitektur rumah adat Kudus, kekhasan produk bordir dan gebyog Kudus. Keanekaragaman potensi yang dimiliki Kudus diharapkan mampu menarik masyarakat luar untuk bersedia hadir di Kudus.

Selain itu, makanan dan jajanan khas Kudus juga telah menjadi andalan wisata kuliner dan beberapa diantaranya telah dipasarkan sampai ke pelosok Indonesia bahkan ke luar negeri. Jenang Kudus dan Soto Kudus menjadi makanan yang paling banyak dikenal, selain itu ada Sate Kerbau, Lentog, Ayam bakar, Opor panggang, dan Lontong tahu.

Anda mau jalan-jalan ke Kabupaten Kudus jangan lupa untuk mencicipi makanan khas kudus yaitu Jenang Kudus.
Read More..